Cara Membuat Portofolio Digital untuk Magang (PKL) Siswa SMK Semua Jurusan (Auto Dilirik HRD!)
Musim PKL (Praktik Kerja
Lapangan) atau Magang sebentar lagi tiba! Biasanya, siswa SMK mulai sibuk
mencari perusahaan atau DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) untuk tempat belajar.
Tapi, tahukah kamu? Saat melamar
ke perusahaan bonafide, membawa surat pengantar dari sekolah dan nilai rapor
saja seringkali TIDAK CUKUP.
Perusahaan tidak hanya peduli
seberapa tinggi nilai teori kamu. Mereka lebih peduli satu hal: "Kamu
Bisa Kerja Apa?" atau "Apa Bukti Skill Kamu?"
Jawabannya ada di Portofolio.
Banyak yang mengira portofolio
hanya untuk anak Desain atau Multimedia. SALAH BESAR! Anak TKJ,
Akuntansi, Otomotif, hingga Tata Boga pun wajib punya portofolio jika ingin
terlihat profesional.
Di artikel ini, Media Hanjar
akan memandu kamu cara menyusun portofolio digital yang menarik untuk semua
jurusan.
Apa Itu Portofolio untuk SMK?
Mari kita luruskan dulu.
- CV (Curriculum Vitae): Adalah janji/klaim.
(Contoh: "Saya bisa merakit komputer").
- Portofolio: Adalah BUKTI dari janji
tersebut. (Contoh: "Ini bukti foto dokumentasi saya saat saya
merakit PC server di lab sekolah").
Jadi, portofolio adalah kumpulan
dokumentasi yang membuktikan bahwa kamu benar-benar menguasai materi praktik.
Apa yang Harus Dimasukkan?
(Contoh Per Jurusan)
Bingung karena jurusanmu bukan
desain? Tenang, ini isinya:
- Jurusan Teknik (TKJ/RPL/Listrik):
- Screenshot program/aplikasi yang pernah
dibuat.
- Foto dokumentasi saat melakukan instalasi jaringan
(cabling).
- Foto saat memperbaiki perangkat keras
(troubleshooting).
- Jurusan Bisnis & Manajemen
(Akuntansi/OTKP/Pemasaran):
- Sertifikat uji kompetensi (misal: Zahir, MYOB,
atau mengetik cepat).
- Dokumentasi saat praktik mengelola arsip atau
surat menyurat.
- Contoh materi presentasi bisnis atau flyer promosi
produk yang pernah dibuat.
- Jurusan Teknologi (Otomotif/Mesin):
- Foto before-after saat servis mesin.
- Dokumentasi langkah kerja (SOP) saat praktik
bengkel.
- Sertifikat pelatihan K3 (Keselamatan Kerja).
Baca Juga : Pohon karir untuk lulusan SMK yang mempunyai skill di jurusan multimedia/DKV
Platform Terbaik Membuat
Portofolio
Zaman sekarang, hindari membawa
tumpukan map kertas yang tebal. Gunakan format digital agar mudah dikirim ke
HRD lewat WhatsApp atau Email.
- Google Slides / PowerPoint (Simpan sebagai PDF):
Paling mudah dan universal. Kamu bisa menyusun foto dan teks, lalu simpan
menjadi PDF.
- LinkedIn: Mulailah buat akun LinkedIn. Ini
adalah "sosmed"-nya para profesional. Upload sertifikat dan foto
kegiatan sekolahmu di sana.
- Canva: Pilihan terbaik untuk tampilan yang
rapi dan cantik tanpa harus jago desain. Gunakan keyword
"Presentation" atau "Portfolio" di kolom pencarian
template.
Struktur Portofolio yang Baik
Apapun jurusanmu, urutannya
kurang lebih sama:
1. Halaman Cover (Perkenalan)
Buat sesimpel mungkin.
- Nama Lengkap
- Jurusan & Asal Sekolah
- Foto diri yang rapi (menggunakan seragam atau
kemeja).
2. Tentang Saya (Profile
Singkat)
Ceritakan sekilas passion
kamu.
- Contoh (Anak TKJ): "Siswa SMK jurusan
TKJ yang memiliki ketertarikan kuat pada manajemen jaringan dan keamanan
siber. Terbiasa menggunakan Mikrotik dan Cisco Packet Tracer."
3. Bukti Kompetensi (Galeri
Karya/Praktik)
Ini bagian intinya. Masukkan 3-5
bukti praktik terbaikmu.
- Penting: Jangan cuma tempel foto! Beri
keterangan (Caption).
- Nama Kegiatan: Praktik Bongkar Pasang Rem
Cakram
- Waktu: Ujian Praktik Semester 3
- Deskripsi: Melakukan perawatan berkala dan
penggantian kampas rem sesuai standar SOP bengkel.
4. Sertifikat & Prestasi
Jika pernah ikut seminar, lomba,
atau pelatihan online, lampirkan fotonya di sini. Ini nilai plus yang besar di
mata HRD!
5. Kontak
Permudah perusahaan menghubungi
kamu. Cantumkan No. WA (yang aktif), Email profesional (jangan pakai nama
alay), dan akun LinkedIn/Instagram (jika isinya positif).
Baca Juga : SOFT SKILL WAJIB DIMILIKI BUAT PERSIAPAN KERJA
Tips Tambahan Agar Diterima
Magang
- Dokumentasikan Tiap Praktik: Mulai sekarang,
setiap ada jam praktik di sekolah, minta tolong teman untuk memfoto saat
kamu sedang bekerja/praktik. Itu adalah aset portofolio masa depanmu!
- Jujur: Tampilkan apa yang benar-benar pernah
kamu kerjakan. HRD biasanya akan bertanya detail tentang foto yang kamu
lampirkan saat wawancara.
- Ukuran File: Jika mengirim PDF lewat
WA/Email, pastikan ukurannya di bawah 5 MB agar mudah dibuka oleh
HRD. Gunakan situs compress PDF jika file terlalu besar.
Kesimpulan
Membuat portofolio digital bukan
cuma buat gaya-gayaan. Ini menunjukkan bahwa kamu adalah siswa yang siap kerja,
rapi, dan peduli dengan karir.
Siswa yang punya portofolio akan
terlihat selangkah lebih maju dibandingkan mereka yang hanya modal surat
lamaran biasa.
Sudah siap bikin portofoliomu? Yuk, kumpulkan foto-foto praktikmu sekarang!

Post a Comment